Fakta-Fakta Sepeda Motor Memang Irit Bahan Bakar! (bag.1)

Isu kenaikan harga BBM bersubsidi belum usai. Sebab, meski tidak jadi naik per 1 April lalu, pemerintah berusaha untuk mengubah aturan prosedur kenaikan harga BBM. Sehingga, sewaktu-waktu tanpa gembar-gembor apalagi demo, harga BBM bisa saja naik.

Dengan terus naiknya biaya hidup, terutama transportasi, berkendara sepeda motor tetap jadi pilihan paling logis. Bukan hanya irit di soal pemakaian BBM, tetapi juga efisien di soal waktu.

Berikut ini MOTOR Plus beberkan berbagai fakta bahwa motor itu bisa membuat kehidupan lebih baik. Dari sisi teknik bisa dijelaskan mengapa motor irit. Fakta yang diberikan ini bukan harga mati. Kalau nanti menemukan lagi fakta baru, berarti memang makin meneguhkan bahwa motor itu benar-benar irit!

1. Motor bersistem bahan bakar injeksi bisa lebih irit dari motor yang masih aplikasi pengabut bahan bakar karburator. Melalui sistem injeksi ini, konsumsi BBM bisa ditekan hingga 30 persen.

Mengambil contoh dari tes yang sudah pernah dilakukan MOTOR Plus di varian injeksi dan karburator. Varian injeksi mampu menempuh jarak 41,5 km/liter. Sedang varian karburator, hanya 31,4 km/liter.

2. Selain konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan emisi gas buang yang lebih rendah, varian injeksi juga punya kelebihan di soal perawatan. Lamanya perawatan yang dilakuan di varian injeksi juga lebih singkat.

Karena tidak seperti varian karburator yang mengharuskan servis karburator. Tapi throttle body di motor injeksi tidak perlu dilepas jika memang tidak diperlukan. Ini jelas menghemat waktu servis.

3. Karbu vakum diciptakan untuk menekan konsumsi BBM agar bisa lebih irit lagi. Ini coba dibuktikan lewat tes yang dilakukan antara karbu vakum dengan karburator konvensional. Pakai Keihin NCV24 dan Keihin PE24 mm. Keduanya punya diameter venturi sama meski beda sistem.

Dari data yang didapat, karbu vakum mampu dipakai untuk berjalan 40 km/liter. Sedang di pengabut konvensional, hanya sanggup menempuh jarak sejauh 34 km/liter. Tes dilakukan pada kecepatan 40 – 50 km/jam.
Injeksi terbukti lebih hemat bahan bakar
4. Tidak selamanya menaikan kapasitas isi silinder (bore up) itu bikin boros BBM. Ini coba dibuktikan lewat tes yang dilakukan di varian Yamaha Nouvo. Mesin Nouvo yang standarnya 113,7cc dinaikan menjadi 150cc. Konsumsi BBM yang sebelumnya hanya mampu dipakai hingga 32,875 km/liter kini tembus di angka 34,25 km/liter.

Itu artinya ada kelebihan jarak sekitar 1,4 km buat 1 liter bensin yang dihabiskan. Tapi, selain irit, tentunya power mesin yang dihasilkan juga lebih besar. Jadi enggak perlu memutar gas lebih dalam untuk bikin motor berjalan.

5. Motor yang mesinnya memiliki stroke lebih panjang, cenderung lebih irit BBM dari stroke pendek. Itu karena mesin stroke panjang tidak perlu mengail rpm lebih tinggi untuk dapat mengail power maksimal.

Berbeda dengan mesin stroke pendek. Karena tidak perlu rpm mesin lebih tinggi, grip gas tidak perlu dalam diputar untuk membuka skep di karburator. Tetapi untuk mesin yang stroke-nya lebih pendek, cenderung lebih bagus dalam urusan top-speed alias kecepatan puncak.

6. Setiap pabrikan saling berlomba dalam urusan teknologi mesin. Baik itu untuk tujuan performa hingga irit BBM. Salah satunya lewat teknologi pendinginan mesin dan friksi di engine. Misalnya dari pemakaian pelatuk klep model roller. Sehingga lebih minim panas pada bagian kepala silinder.

Ada juga pemakaian silinder blok dari bahan campuran alumunium dan silikon yang dipadu piston forging. Lewat suhu mesin yang diredam, performa mesin bisa terjaga. Efeknya, konsumsi BBM bisa lebih irit.

7. Setelan klep juga bisa membuat irit pemakaian BBM. Setelan yang pas dan ideal, membuat ketika terjadi overlap tidak banyak campuran bahan bakar dan udara yang ikut terbuang bersama sisa pembakaran.

Misalnya untuk pacuan bebek. Setelan kerenggangan klep bisa dipatok di angka 0,07 mm (in) dan 0,10 mm (ex). Proses setelan ini dilakukan di dalam kondisi mesin dingin.

8. Pemakaian oli mesin yang bagus juga bisa membuat efisiensi mesin jadi lebih sempurna. Karena pelumas yang berkualitas itu mampu membersihkan mesin dari deposit karbon.

Efeknya, kinerja mesin akan menjadi lebih ringan bin enteng. Kombinasi kedua hal ini akan membuat performa mesin jadi lebih terjaga. Akibatnya power yang dihasilkan tetap bagus dan merembet ke konsumsi pemakaian BBM.

9. Teknologi pemakaian Throotle Position Sensor atau Throttle Switch Sensor di motor berkarburator pun punya potensi bikin irit BBM. Karena melalui alat ini, kebutuhan udara dan bahan bakar ikut disesuaikan lewat bukaan gas yang dilakukan pengendara. Jadi, pembakaran di ruang bakar sesuai dengan permintaan mesin.

10. Selain bore up, pemakaian variasi atau part racing bisa ikut menekan konsumsi BBM. Misalnya dari pemakaian kem racing yang dipadu knalpot racing. Kombinasi ini membuat torsi yang dimiliki Yamaha Mio meningkat pesat.

Mengambil contoh di Yamaha Mio standar. Sebelum memakai komponen racing, torsi maksimal ada di 4,69 ft-lbs. Tetapi setelah pakai kem dan knalpot racing, terjadi peningkatan sekitar 0,61 ft-lbs. So, selain power yang lebih besar, torsi besar juga cocok buat motor perkotaan.

11. Bensin beroktan lebih tinggi dari Premium, punya kecenderungan lebih irit. Ini dibuktikan lewat tes yang dilakukan MOTOR Plus dari ketiga bahan bakar. Yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.

Dalam pengujian yang dilakuan di skubek, Premium mampu berjalan 43 km/liter. Pertamax, 48 km/liter dan Pertamax Plus 50 km/liter. Itu karena pembakaran lebih sempurna. Begitunya harga yang sekarang dipatok buat bensin oktan 92 ke-atas bisa dua kali lipat dari banderol yang dipasang untuk Premium.

12. Diameter pelek bisa berpengaruh ke konsumsi BBM. Misalnya di skubek atau matik. Jika sebelumnya skubek itu mengadopsi diameter pelek 14 inci, diganti menjadi 17 inci.

Modifikasi ini bisa bikin BBM menjadi boros. Jika di pelek 14 inci skubek bisa berlari hingga 37,5 km/liter, maka setelah pakai pelek 17 inci hanya sanggup menempuh jarak 35,9 km/liter. Itu artinya, lebih boros 1,6 km/liter. Hal ini disebabkan mesin cenderung butuh rpm sedikit lebih tinggi buat memutar roda yang lebih besar juga. (motorplus-online.com) 

Penulis : Asad RidhoAA ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Fakta-Fakta Sepeda Motor Memang Irit Bahan Bakar! (bag.1) ini dipublish oleh Asad RidhoAA pada hari Sabtu, 28 April 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Fakta-Fakta Sepeda Motor Memang Irit Bahan Bakar! (bag.1)
 

0 komentar:

Poskan Komentar