Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Lagi, Tren Operasi Plastik Untuk Ubah Nasib Merambah China

type='html'>(c) Odditycentral.com
Korea terkenal dengan operasi plastik yang mampu menyulap penampilan seseorang yang biasa menjadi super cantik atau tampan. Jepang, baru-baru ini mulai keranjingan operasi garis tangan untuk mengubah nasib. Sementara China, mungkin adalah perpaduan dari keduanya.
Dilansir dari Odditycentral, baru-baru ini masyarakat China mulai melakukan operasi plastik pada fitur wajah mereka untuk mengubah nasib. Hal ini berhubungan dengan tradisi Mian Xiang, sebuah ilmu kuno warisan leluhur China tentang teknik membaca wajah.
Menurut Mian Xiang, ada hubungan antara bentuk wajah seseorang dengan tanggal lahir mereka yang mempengaruhi kehidupan mereka di masa depan, serta keberuntungan hidup. Misalnya kening yang menonjol dipercaya sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kepandaian, adanya tahi lalat di dalam alis menunjukkan adanya kesuksesan dan penambahan uang dan sebagainya.
Berbeda dari orang Jepang yang melakukan operasi di garis tangan, maupun orang Korea yang melakukan operasi plastik di wajah untuk tujuan kosmetika, orang China lebih percaya bahwa dengan mengubah beberapa bentuk wajah akan bisa memberikan keberuntungan bagi mereka. Salah satu bagian favorit mereka adalah hidung, karena bentuk hidung bisa mendongkrak kesuksesan.
China memang dikenal dengan seni membaca keberuntungan lewat berbagai cara. Di antaranya lewat feng shui dan hong shui. Bagi mereka, feng shui tak hanya mengenai bentuk serta posisi rumah dengan segala isinya, melainkan juga dengan feng shui wajah yang bisa mengubah nasib serta keberuntungan mereka.
Well, ilmu membaca keberuntungan ini tak hanya diyakini oleh orang-orang di China, namun juga berbagai negara. Percaya atau tidak dengan pengaruh bentuk wajah dengan keberuntungan seseorang tentunya kembali kepada keyakinan individu. Kalau Anda, percaya bahwa wajah Anda kini membawa keberuntungan?

View the original article here

READMORE
 

Di China Usia 30 Dan Single Dapat Hukuman Lho!

type='html'>(c) ShutterStock
 Belum memiliki pasangan terkadang memiliki beberapa alasan. Ada yang belum ingin menikah, ada yang memang fokus terhadap pekerjaan, ada pula yang belum menemukan pasangan yang tepat. China kerap membuat peraturan yang aneh dan kali ini peraturannya menyangkut setiap warganya yang berusia di atas 30 tahun ke atas.
China menerapkan peraturan bahwa bila sudah berusia di atas 30 tahun tapi masih belum memiliki pasangan maka warganya akan dihukum. Hukum ini berlaku bagi seluruh warga China tanpa kecuali. Selain hukum ini, ada juga satu hukum unik lagi yaitu bila tidak rutin mengunjungi orang tua, akan mendapat hukuman.
Lantas bagaimana pendapat warga China mengenai hukum unik yang ada di negaranya ini? "Aku tidak menentang hukum yang meminta orang dewasa untuk mengunjungi orang tua mereka yang sudah tua. Tapi aku menentang hukum bagi mereka yang berusia 30 tahun dan belum menikah akan dipenjara," ungkap seorang kakek dikutip dari merdeka.com. Rupanya hukum ini memang terdengar aneh dan tidak masuk akal ladies.
Sementara itu beberapa orang lainnya menganggap hukum ini seperti bahan bercanda dan tidak terlalu memikirkannya. "Orang dewasa yang belum menikah di usia 30 tahun akan dihukum tak punya istri (seumur hidup)," ujar seseorang dengan maksud bergurau, seperti dilansir oleh China Navis (13/07). Penerapan hukum ini memang mengundang perdebatan dan banyak opini di dunia maya. Hal ini karena faktanya banyak warga China yang masih single di usia 30, ladies. 
Bagi mereka yang masih sendiri dan belum memiliki pasangan, hukum ini dianggap sangat konyol dan tidak perlu diterapkan. "Memiliki pasangan atau tidak adalah hak setiap orang dan tidak seharusnya yang belum berpasangan dihukum" ungkap seorang warga China yang di usianya memasuki 35 tahun belum memiliki kekasih. Tidak salah bila banyak yang keberatan karena kehidupan di China sangat berat dan keras sehingga banyak yang memilih untuk sendiri daripada berumah tangga namun tidak sejahtera. Wah bila peraturan ini diterapkan di Indonesia, bagaimana ya?

View the original article here

READMORE